Bayi Rentan Terhadap Alergi, Bagaimana Cara Pengatasannya?

Bayi mudah sekali mengalami yang namanya alergi, penyebabnya pun beraneka ragam mulai dari debu, makanan hingga bahan-bahan kimia yang ada pada produk perawatan kulit untuk bayi. Namun ternyata sebagian orang tua, terutama yang merupakan orang tua baru belum menyadari gejala-gejala yang muncul tersebut. Gejala yang paling sering timbul pada bayi adalah hidung berair, mata berair, mata merah, diare, muntah, nyeri perut dan lain sebagainya. Akan tetapi para orang tua mungkin menganggap bahwa bayi yang rewel adalah hal yang biasa dan mungkin bayi tersebut lapar, mengantuk ataupun popoknya penuh. Padahal belum tentu bayi yang rewel disebabkan oleh hal-hal tersebut, bisa jadi bayi yang rewel menjadi pertanda dari munculnya gejala yang tidak diinginkan tersebut namun karena bayi belum dapat berbicara ia hanya bisa merengek dan rewel.

Jenis Alergi pada Bayi

Yang paling berbahaya ketika kondisi tersebut dibiarkan bisa menyebabkan bayi kesulitan bernapas, penurunan tekanan darah secara mendadak, pingsan atau hilangnya kesadaran hingga terjadinya kematian. Gejala yang seperti ini disebut sebagai syok anafilaktik. Ada beberapa jenis alergi yang dapat menyerang bayi, berikut adalah diantaranya.

Eksim

Setidaknya 1 dari 30 bayi mengalami eksim atau dermatitis atopik, yaitu kondisi dimana terjadinya peradangan kulit yang ditandai dengan adanya kemerahan pada kulit dan rasa gatal yang muncul. Kondisi seperti ini biasanya muncul pada usia 1 hingga 5 tahun. Alergi yang disebabkan oleh makanan ataupun debu juga dapat menyebabkan timbulnya eksim pada anak, namun pada beberapa anak penyebab timbulnya eksim tidak dapat diketahui. Untuk mengobati eksim, hal yang dapat dilakukan hanyalah menghindari faktor pemicunya, kemudian mengoleskan pelembab pada kulit yang memerah. Apabila kondisinya sudah parah, anda harus segera membawa anak anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Urtikaria kronis

Utrikaria kronis merupakan salah satu reaksi alergi pada bayi yang terbilang cukup berat. Walaupun tanda-tandanya mirip dengan dermatitis atopik yaitu munculnya ruam kemerahan setelah terpapar oleh alergen, namun pada urtikaria kronis pada kulit akan bengkak, wajah menjadi bengkak dan juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Sebagian besar gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya, namun jika gejala tidak membaik lebih baik segera membawanya ke dokter.

Dermatitis kontak

Hampir mirip dengan eksim atau dfermatitis atopik, pada dermatitis kontak kulit juga mengalami kemerahan ketika terpapar oleh alergen. Namun pada dermatitis kontak, kulit pada anak anda akan terlihat kering dan berisisik. Penanganannya tidak berbeda jauh dengan eksim, anda harus menghindarkan anak dari alergen, memberikan pelembab dan juga membawanya ke dokter apabila kondisi menjadi semakin parah.

Untuk mencegah timbulnya hal-hal seperti di atas, anda bisa melihat ciri-ciri apakah anak anda mengalami reaksi tidak diinginkan akibat terpapar alergen. Pada alergi terhadap makanan, anda bisa mengetahui tanda-tanda awal seperti di bawah ini.

1.Gatal
2.Biduran
3.Muntah
4.Perut bayi membesar
5.Diare
6.Kesulitan bernapas
7.Bibir bengkak
8.Mata merah dan berair

Apabila bayi mengalami tanda-tanda seperti di atas, anda jangan menyimpulkan secara langsung bahwa penyebab alergi anak anda adalah makanan. Anda harus berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter untuk memastikannya. Walaupun memang sulit untuk mengetahui penyebabnya, akan tetapi mekanisme timbulnya reaksi yang tidak diinginkan tersebut pada bayi maupun orang dewasa tidak berbeda. Pada orang dewasa dan bayi memiliki antibodi yang disebut sebagai IgE. Antibodi ini adalah protein yang bertugas untuk mendeteksi zat-zat asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh, bisa melalui makanan, debu, dan lain sebagainya. Saat muncul reaksi yang tidak diinginkan tersebut, sebenarnya IgE melakukan kesalahan dalam pendeteksian zat-zat asing yang berbahaya, yang seharusnya bukanlah zat berbahaya namun terdeteksi sebagai zat berbahaya. Oleh sebab itulah timbulnya alergi biasanya disebabkan oleh makanan ataupun benda-benda umum yang sebenarnya aman.

Gejala-gejala tersebut yang muncul akibat alergen biasanya terasa sesaat setelah terpapar oleh alergen hingga 2 jam setelah terpapar. Setelah bayi melakukan hal-hal tertentu, seperti makan atau bermain dengan benda-benda yang biasanya menjadi alergen anda harus memberikan perhatian ekstra setidaknya hingga 2 jam setelahnya. Dengan begitu anda bisa dengan sigap melakukan penanganan yang tepat ketika reaksi yang tidak diinginkan tersebut muncul. Dan ketika reaksi yang muncul sangat parah, anda bisa dengan segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Apabila hingga terjadi syok anafilaktik yang bahkan bisa menyebabkan kematian, apabila terlambat sedikit saja bisa-bisa nyawa anak anda tidak dapat tertolong. Maka dari itulah jangan sepelekan gejala-gejala yang timbul pada anak, walaupun hanya sekedar kulit kemerahan, mata berair, bayi rewel dan sebagainya, karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala bahwa anak anda telah terpapar alergen dan membutuhkan penanganan dengan segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *