Coba Lihat Ahok Lagi

Nama lengkap beliau Basuki Tjahaya Purnama. Warga negara Indonesia kelahiran Manggar, Bangka Belitung. Pengabdiannya untuk tanah air tidak perlu diragukan, pasalnya ia telah mengabdikan diri sebagai Bupati Belitung Timur, dan berbuat yang terbaik selama menjabat. Dikarenakan prestasi tersebut ia dilirik Joko Widodo (Jokowi), dan diajak sebagai bakal calon wakil gubernur pada PILGUB 2012. Hasilnya Jokowi dan Ahok terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Situasi politik terus dinamis, Jokowi maju dan terpilih sebagai Presiden RI pada PEMILU 2014. Oleh karena itu, pada tanggal 14 November 2014, Ahok dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta, bersama dengan Djarot Syaiful idayat sebagai wakilnya.

Ahok dan PILGUB DKI 2017

Pada PILGUB DKI 2017, sosok pria kelahiran 29 Juni 1966 ini kembali menjadi kontroversi. Program membangun Jakarta dan seluk-beluk ketegasan serta kedisplinannya dalam menindak aparat yang semprul patut di acungi jempol. Banyak warga Jakarta yang kagum dengan keberaniannya dalam melawan arus-arus aparat yang punya kebiasan buruk saat ia mengemban jabatan sebagai orang no 1 di Jakarta.

Saat itu Ahok menjadi kandidat terkuat, sampai akhirnya kontroversi terpicu kembali ketika dalam suatu forum dialog dengan masyarakat di Kepulauan Seribu, ia dianggap menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”

Pembahasan itu ia lontarkan pada saat dirinya memberikan kata sambutan. Ia menyinggung mengenai PILGUB DKI 2017 terkait isu pemimpin non muslim. Ahok yang mempunyai sifat keras dan ceplas-ceplos terpleset pada saat menyinggung ayat itu terkait dengan dirinya yang non muslim. Pemberitaan di media masa, TV dan internet pun bermacam-macam, yang salh satunya adalah sbb:

“Bapak ibu ga bisa pilih saya, dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem-macem, itu hak bapak ibu, kalau bapak ibu merasa ga milih nih karena saya takut neraka, dibodohin gitu ya..gapapa”

Mendengar ucapannya tersebut, banyak warga Jakarta yang terkejut dan menyayangkan kejadiannya termasuk tim Telezy.com. Ingin rasanya kami menjadi penasehat beliau agar tidak lagi salah dalam berkata-kata. Program dan sepak terjangnya mengatur Jakarta sebenarnya merupakan titik cerah, setelah pemimpin yang sebelumnya cuma bisa bagi-bagi kue.

Maksud Yahudi, Nasrani di Perangi

Tahukah Anda bahwa ada Yahudi Palsu?, Di dalam Al-Quran Yahudi digambarkan sebagai kaum yang harus di perangi ? Padahal di era Nabi Muhammad SAW orang-orang Mukmin, Yahudi, Nasrani bahkan Majusi (orang yang menyembah api) bisa hidup rukun berdampingan. Allah itu maha adil dan bijaksana, seharusnya Ia tidak akan mendiskredikan seseorang karena etnis / bangsanya, bahkan agamanya sepanjang ia berbuat baik untuk kemanusiaan. Begitu juga dengan sebaliknya Allah tidak akan membiarkan orang yang mengaku beriman kepada Nya sementara orang itu senantiasa berbuat keburukan dan terus menzalimi orang lain.

Yahudi adalah perumpamaan dari Allah terkait dengan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jadi bukan fisik orangnya sebagai bangsa Yahudi, begitu pula halnya dengan orang Nasrani. Perkara keyakinan Allah dengan tegas menjelaskan supaya kita bersikap :

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku

Perkataan Ahok tidak Bisa di Benarkan

Perkataan Ahok dalam forum itu memang tidak bisa dibenarkan, itu merupakan kesalahan fatal mengingat sangat sensitifnya umat islam di Indonesia. Namun tindakannya selama ini untuk Jakarta juga harus diakui sebagai pencerahan untuk warga Jakarta. Diplomasi dan emosi adalah bagian lemah beliau, karena memang ga ada manusia yang sempurna.

Cobalah lihat Ahok lagi! Lihat beliau dari sisi bukan sebagai pemimpin! Lihatla ia dari sisi individu yang mewakili keinginan warga. Anggap saja sebagai pesuruh, pembantu atau relawan warga yang bersedia di hujat, di benci oleh para lawan politiknya yang tidak suka hak-hak semprulnya di rantai oleh Ahok. Disisi lain jika sudut pandang anda sebagai muslim memilih nya nanti atas dasar itu, Insyaallah tidak akan bertentangan dengan Al-Quran. Ia tidak berbuat kerusakan seperti penjelasan mengenai Yahudi di Al Quran.

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi manusia yang lain dan Ahok cukup mewakili itu. Perlu di ingat bahwa semua agama mengajarkan tentang kerukunan, toleransi dan tolong menolong sesama manusia. Tidak ada permusuhan dan tidak ada peperangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *