Misteri Kematian Kim Jong Nam

Berita kematian Kim Jong Nam pada Febuari 2017 silam memang tidak seheboh kematian King of Pop Michael Jackson. Namun hingga artikel ini ditulis, nama Kim Jong Nam masih tetap bertengger di posisi ke-2 Google Trends dalam kategori “Peristiwa Internasional”.

Siapa sebenarnya Kim Jong Nam?
Bagi mereka yang merasa terusik, Apa pentingnya untuk di bunuh?

Kim Jong Nam (Jong Nam) dan Kim Jong Un (Jong Un) (Pemimpin Korea Utara (Korut) Saat ini), sebenarnya adalah saudara se bapak (tiri). Nama ayah mereka adalah Kim Jong il (Jong il) (Pemimpin Korut periode 1994-2011). Singkat cerita Ibunda dari Jong Nam di campakan oleh sang ayah, hingga sang Jong il berpaling hati keseorang penyanyi lokal bernama Ko Yong Hui (1970) yang merupakan ibunda dari adik tirinya, yakni Jong Un.

Secara umur Jong Nam lebih tua dari Jong Un. Oleh karena nya, antara tahun 1994-2001, Jong Nam di gadang-gadang lebih berpotensi sebagai pewaris tahta ayahnya di bandingkan adik tiri nya. Mereka berdua dibesarkan secara terpisah. Jong Nam dibesarkan diluar negeri dan tidak pernah dekat dengan si adik.

Di coretnya nama Jong Nam sebagai daftar suksesi calon pengganti Jong il (ayahnya) berawal dari kejadian di tahun 2001. Ia dan anaknya tertangkap saat mencoba masuk Jepang dengan menggunakan paspor palsu (Republik Dominika). Menurut info yang berkembang, ada dugaan bahwa ia hanya ingin mengajak anaknya berlibur ke Disneyland Tokyo. Meski seolah sepele, namun bagi Korut, insiden itu membuat pemerintah Korea Utara malu bukan kepalang, hingga nama Jong Nam tidak lagi ada di list teratas dari daftar calon penerus Jong il.

Jong Nam memang berbeda dari kebanyakan orang Korea Utara. Sejak usia 12 tahun ia telah tinggal di Eropa dan ini membuat pandangannya lebih liberal. Dikarenakan idealismenya yang berbeda dari kebanyakan politisi Korut, maka tahun 2001 ia memutuskan untuk berpisah dengan ayahnya dan selama lebih dari 10 tahun tinggal di pengasingan (Makau dan Hong Kong).

Jong Nam dan Jong Un nyaris tidak pernah bertemu, namun demikian Jong Nam sering mengkritik kepemimpinan adik tirinya itu. Salah satu tuduhannya, ia mengatakan bahwa Jong Un adalah boneka dari para Elite. Kritikan Jong Nam ini pun masuk ke masyarakat Korea Utara secara terselubung.

Situasi ini lah yang akhirnya lebih menguatkan spekulasi penyebab terbunuhnya Jong Nam oleh pemerintah Korea yang dipimpin oleh Kim Jong Un. Pasalnya Jong Nam terbunuh ditangan dua orang wanita yang diberitakan sebagai agen dari Korea Utara. Meski kronologi telah dirilis oleh media, namun latar belakang dan pelaku pembunuhan Kim Jong Nam masih menjadi misteri hingga kini. Jenazah Jong Nam sudah di autopsi oleh pemerintah Malaysia. Namun pihak Hospital yang menangani urusan tersebut, balum juga merilis hasilnya kepada khalayak.

Kronologi Terbunuhnya Kim Jong Nam

Senin 13 Febuari 2017 Kim Jong Nam pergi ke Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk bertolak ke Makau. Jong Nam menggunakan paspor palsu dengan nama Kim Cho. Dari rekaman CCTV terlihat Jong Nam turut mengantri di depan mesin pendaftaran.

Ketika sedang mengantri, seorang wanita muda dengan potongan rambut pendek mendekati Jong Nam dari arah belakang. Menurut pemberitaan, perempuan ini bertugas sebagai pengalih perhatian, dan pembunuh sebenarnya adalah seorang pria yang merupakan agen bayaran dari Korea Utara.

Pria ini diperkirakan menyamar menjadi perempuan kedua yang dengan cepat membekap Jong Nam dengan menggunakan sapu tangan yang telah di lumuri Risin (senyawa kimia yang lebih mematikan dari sianida). Namun demikian, peran pria ini masih berupa dugaan, pasalnya CCTV juga menangkap gambar ketika wanita pertama menyemprotkan cairan ke wajah korban.

Pasca penyemprotan, terlihat Jong Nam bergegas ke toilet, kemudian keluar sambil menutupi matanya yang tampak kesakitan sambil berjalan kearah meja informasi. Pihak bandara akhirnya memanggil ambulan untuk mengantar Jong Nam ke Hospital. Namun dalam perjalanan Jong Nam justru menghembuskan nafas terakhirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *