Siapa sih Payung Teduh ?

Biografi Payung Teduh

Hingga artikel ini dirilis, lagu Akad – Payung Teduh masih berada diposisi dua Google Trend Indonesia. Lagu yang dibawakan oleh Band lokal bernama Payung Teduh ini hanya berada satu tingkat dibawah kepopuleran lagu Despacito – Luis Fonsi ft. Daddy Yankee . Sepak terjang Payung Teduh memang patut diacungi jempol. Mereka berhasil menciptakan lagu yang sedemikian unik dan bernuansa tempo dulu, namun bisa diterima oleh penyuka musik di Jaman Now. Anda pasti penasaran siapa sajakah seniman dibalik nama band Payung Teduh, dan bagaimanakah profil mereka. Well, yuk kita bahas !

Cikal Bakal Payung Teduh

Kantin Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) menjadi saksi cikal bakal terciptanya Band ini. Pasalnya Is dan Comi adalah dua orang bersahabat gemar makan, nongkrong sekaligus bereksperimen musik dikantin tersebut. Kebersamaan mereka bermusik melahirkan karakter musik unik yang akhirnya menjadi ciri khas mereka. Penilaian itu pun akhirnya dilontarkan oleh teman-teman mereka yang sering menyaksikan mereka bermusik di event-event internal kampus hingga eksternal kampus.

Tahun 2007 nama Payung Teduh ditetapkan menjadi sebutan untuk mereka berdua ketika naik diatas panggung. Hingga akhirnya di tahun 2010, personil mereka bertambah dua orang dengan hadirnya Cito sebagai Drummer dan Ivan sebagai Ukulele Player alias pemain Ukulele. Ditahun yang sama akhirnya Payung Teduh membuat album Indie pertama, berisikan lagu-lagu yang tercipta selama perjalanan mereka bermusik.

Genre Musik Payung Teduh

Karakter unik yang mereka sajikan di album Indie pertam ini terbilang unik. Pasalnya mereka menggabungkan musik di masa golden 60’s berbalut Jazz dan keroncong. Campuran gaya musik terebut telah menjadi identitas mereka dan cukup dimengeri dan disukai oleh Indonesian music lovers. Payung Teduh berprinsip untuk tidak akan stop pada satu jenis genre musik tertentu.

Profil Personil Payung Teduh

Mohammad Istiqamah Djamad (24-01-1984). Panggilan akrabnya adalah “Is”. Meski tidak lulus kuliah di PNJ-UI (Teknik Elektro), namun kejeniusannya soal musik tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya Is mendapatkan beasiswa musik dari Yamaha Master Course Academy, hingga menjadi instruktur akat musik gitar disana. Ia juga aktif sebagai aktor drama di Teater Pagupon. Cake, Chris Cornell dan Antonio Carlos Jobim, adalah beberapa pemusik luar negeri yang menjadi inspirasinya dalam bermusik.

Aziz Kariko (24-01-1984). Sebulan setelah Is muncul kedunia, lahir juga Aziz Kariko yang memiliki panggilan Comi. Setelah menyelesaikan gelar masternya di UI, kini ia juga mengisi keluangan waktunya dari bermusik dengan menjadi dosen bahasa inggris di kampus tempat ia menempuh gelar S1 (BINUS). Tidak hanya itu, Comi juga berprofesi menjadi instruktur bass guitar di Sekolah Musik Willy Sumantri. Ketika menempuh gelar master di UI, Comi juga aktif di Teater Pagupon sebagai additional musician, dan disitulah ia akhirnya mengenal Is.

Ivan Penwyn (31-12-1985). Menurut teman-teman Payung Teduh, Ivan adalah sosok pemusik yang sangat Pemalu. Oleh karena itu penulis juga kesulitan mencari informasi sosok Ivan. Yang jelas, Ivan adalah mantan mahasiswa UI – Filsafat. Well, biarlah sosok pemusik yang satu ini menjadi sosok yang misterius di Payung Teduh.

Alejandro Saksakame (02-04-1984). “Cito” menjadi panggilan beken dikalangan teman-temannya. Pencinta hewan Reptil ini pernah menempuh pendidikan di Universitas Padjajaran. Selera musik Cito sebenarnya sangat bertentangan dengan gaya musik yang diusung Payung Teduh. Pasalnya ia penggemar berat musik Rock Progressive. Namun pengalamannya bermusik dengan is sejak 2002, ia jadikan modal untuk menjawab tantangan menabuh drum dengan gaya bermusik Payung Teduh.

Bagi anda yang belum tau gaya bermusik Payung Teduh, lagu mereka yang berjudul Akad bisa menjadi awal untuk mengeksplor lagu-lagu besutan mereka lainnya. Bravo Payung Teduh!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *